Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Ulangan merupakan Pidato Musa yang disampai-kan kepada umat Israel, di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba Yordan, di tentangan Suf, dalam persiapan memasuki tanah perjanjian yaitu Kanaan (Ulangan 1:1).
Pada umumnya sebagian generasi adalah generasi yang tidak merasakan perbudakan di tanah Mesir, yang tidak melihat secara langsung peristiwa ketika keluar dari tanah Mesir dan yang tidak melihat mujizat yang dilakukan Musa di Laut Teberau di Masa, Meriba, dan lain-lain sebagainya.
Pada umumnya generasi yang akan masuk di tanah Kanaan adalah generasi yang hanya mendengar cerita tentang perbudakan, tentang laut Teberau dan lain-lain dari orang tua sehingga mereka perlu mendapat penguatan agar setibanya di tanah perjanjian akan menjadi umat yang tetap percaya kepada Allah, mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama.
Isi dari pada Pidato atau Khotbah Musa dalam kitab Ulangan, selain mempersiapkan umat Israel untuk tetap menjadi bangsa atau umat pilihan yang tetap setia dan mengasihi Allah tetapi juga umat Israel di ajak untuk sanggup melakukan atau menjabarkan kasih dan keadilan terhadap sesama umat. Hal ini disampaikan Musa mengingat bahwa sesungguhnya mereka dahulu adalah budak di tanah Mesir.
Hanya oleh karena Allah ingin menepati janji kepada Abraham, maka dengan tangan-Nya menyelamatkan mereka dengan harapan agar umat Israel sanggup untuk saling melindungi sebagai sesama umat dan saling menghidupkan, jika mereka sudah berada di tanah yang di janjikan.
Harapan dan kerinduan agar umat Israel dapat melakukan semuanya itu maka ada aturan, ketetapan dan perintah yang harus dilakukan seperti yang tertulis dalam Ulangan 24:6-22.
Allah menghendaki agar jangan mengambil nyawa orang lain dengan mengambil batu kilangan. Batu kilangan terdiri dari 2 bagian, atas dan bawah dengan masing-masing mempunyai fungsi. Jika salah satu dilepaskan, maka batu kilangan tidak dapat lagi berfungsi untuk membuat tepung (Ayat 6).
















