MTPJ GMIM 12-18 September 2021: Konsekuensi mengikut Yesus

  • Bagikan

Dicatat dalam Matius 4:20-22, mereka “segera” meninggalkan jalanya, perahunya serta ayahnya dan ikut Yesus. Bagi kita yang membacanya, respon ini sangat radikal, sebab terkesan tanpa dipikir-pikir terlebih dahulu.

Bahkan sebuah respon yang muncul bukan karena di latar belakangi oleh iming-iming sesuatu atau di bujuk-bujuk seperti mendapatkan janji karunia. Perhatikan, penulis Injil Matius nanti menempatkan cerita atau kisah Yesus mampu melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, nanti sesudah pemilihan para murid (Matius 4:23-25).

Para nelayan yang sementara sibuk bekerja, tanpa ragu-ragu untuk mengikuti Yesus. Sesuatu keputusan yang beresiko, tanpa tahu kemana dan keuntungan apa yang akan diterima. Namun resiko itu yang di ambil keempat orang ini.

Meninggalkan kemapanan dan zona nyaman yaitu pekerjaan dan keluarga, tentu sebuah resiko yang juga sudah sering mereka ambil jika mau menangkap ikan di danau.

Yesus saat memanggil para murid tidak menjanjikan sebuah upah atas pemanggilan tersebut, tapi sebuah perubahan orientasi dari penjala ikan ke penjala manusia.

Baca Juga:  GSVL apresiasi kerja James Sumendap
  • Bagikan