Kasus Covid-19 PTM di sekolah
Benar saja, yang dikhawatirkan munculnya klaster sekolah ternyata benar-benar terjadi. Beberapa sekolah yang sudah melakukan PTM ada beberapa yang menyebabkan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.
Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Dikbudristek dan CNN Indonesia (22 September 2021), telah terjadi 1.300 klaster sekolah dengan sebanyak 15 ribu anak terpapar Covid-19 selama masa PTM.
Kasus klaster sekolah paling banyak terjadi di jenjang Sekolah Dasar dan TK/PAUD, baik untuk kasus pada siswa maupun guru. Jumlah kasus murid SD yang terpapar lebih banyak sekitar 2 kali lipat kasus guru di SD. Sedangkan untuk jenjang PAUS, SMA, SMK dan SLB lebih banya terjadi kasus Covid 19 pada guru dibandingkan siswa.
Gejala khas covid anak
Meski telah terjadi klaster sekolah, namun nyatanya kegiatan PTM masih terus dilakukan. Untuk itu penting bagi orangtua untuk mengawasi kondisi anak jika harus mengikuti kegiatan PTM. Terutama jika anak mengalami gejala yang mengarah pada penularan Covid-19.
Menurut studi lembaga Eijkman, setidaknya ada 3 gejala khas penularan Covid-19 pada anak. Hal ini didasarkan pada penilitian yang dilakukan lembaga tersebut pada 1.973 pasien Covid-19 di Indonesia dengan usia di bawah 18 tahun.
















