Sebagai seorang pemimpin jemaat, seperti Diaken, Penatua dan Kompelka (BIPRA) memang haruslah orang yang dapat diteladani dalam segala keberadannya, baik pribadi maupun keluarga.
Menjadi teladan berarti memiliki tingkah laku atau pola hidup yang sangat baik sehingga tidak ada alasan atau kesempatan bagi orang lain untuk mencelah kepemimpinan dan pelayanan kita.
Dengan demikian keteladanan menjadi kekuatan yang besar dari gereja dalam menghadapi tantangan, seperti pengajar-pengajar sesat. Melalui surat 1 Timotius 3:1-13 ini kita diberi petunjuk praktis untuk memilih calon diaken dan penatua serta calon Kompelka (BIPRA) periode pelayanan 2022-2026.
Diaken, Penatua dan Kompelka BIPRA adalah pemimpin di tengah jemaat. Karena itu, pilihlah dari antara anggota sidi jemaat orang-orang yang dapat diteladani oleh warga jemaat dan masyarakat, terutama dalam tutur kata dan perbuatannya serta takut akan Tuhan.
















