Ayu sendiri memiliki hobi jalan-jalan, membaca dan nonton film korea. “Saya memang suka nonton film-film drama yang bagus pesan sosialnya. Selektif tentunya dan budaya-budaya negara lain juga bisa kita pelajari dari nonton film,” kata gadis berdarah Minahasa dan Sangihe ini.

Sebagai Duta Budaya sejak tahun 2018, Ayu juga mendirikan Tim Tari Pisok yang anggotanya warga asli Likupang. Walaupun sejak pandemi sudah jarang tampil di acara.
“Impian saya adalah mendirikan sanggar seni dan budaya. Puji Tuhan walaupun belum benar-benar eksis tapi tim tari yang saya latih sudah pernah tampil hingga di acara tv nasional,” kata penyuka tinutuan-bubur Manado ini.

Sejak SD Ayu senang bersosialisasi. Ia beberapa kali menjadi pemimpin barisan lomba gerak jalan, aktif di sekolah minggu dan menjadi kapel/pemimpin di tim Tari Maengket SDN Sarawet, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Sejak SD sampai SMA selalu meraih rangking 3 besar di kelasnya.
Ia sempat kuliah di FMIPA Unsrat Manado lalu mendapat tawaran dan diterima menjadi fasilitator sosial yaitu pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan sampai saat ini.

















