RELIGI  

MTPJ GMIM 2-8 Januari 2021: Menjadi kuat karena hidup dalam Tuhan

Selama tiga tahun, bani Amon membawa upeti kepadanya berupa seratus talenta perak (1 talenta = 34 kg), sepuluh ribu kor gandum, sepuluh ribu kor jelai (1 Kor = 360 ltr). Hal ini mengindikasikan kesejahteraan dan keamanan rakyat yang dipimpinnya.

Yotam menjadi kuat (Ibr, chazaq= berkuasa, membuat kokoh) karena ia mengarahkan (Ibr, kuwn = berdiri tegak, berhasrat, benar-benar, diam tetap) hidupnya kepada Tuhan Allahnya.

Kekuatan Yotam bukan karena kecakapan dan kemampuannya sendiri melainkan karena kasih karunia Tuhan (Bnd Efesus 6:10, 2 Kor 12:10b). Inilah faktor utama yang membuatnya kuat dan berhasil.

Usia Raja Yotam cukup singkat (41 tahun) dan dilakukannya secara maksimal segala tanggung jawabnya. Ia mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya dan dikuburkan di kota Daud. Ahaz, anaknya menggantikannya, namun ia tidak melakukan apa yang benar di mata Tuhan (2 Taw 28:1,2).

Makna dan Implikasi Firman

Lifelong Learning (pembelajaran sepanjang hayat) menekankan bahwa setiap orang perlu terus belajar sepanjang hidupnya. Pembelajaran mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Melalui lingkup pembelajaran komprehensif ini, orang percaya semakin arif dan terampil menyikapi perkembangan kehidupan. Aspek pembelajaran ini tidak boleh dipisahkan integritas kehidupan beriman. Kata Einstein, sosok ilmuwan Yahudi, “ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh”.