RELIGI  

MTPJ GMIM 2-8 Januari 2021: Menjadi kuat karena hidup dalam Tuhan

Yotam belajar dari kelebihan dan kekurangan ayahnya. Ia mampu mencermati kelemahan dan tidak melakukan kesalahan seperti ayahnya.

Hal menjadi kuat tidak hanya menunjuk pada kekuatan atau kemapanan hidup, melainkan juga mencakup kekuatan iman dan kematangan emosional. Orang percaya harus memiliki kecerdasan spiritual (SQ), kecerdasan emosional (EQ) tetapi juga kecerdasan mengatasi situasi yang sulit (Adversity Quetiont).

Kecerdasan ini diperoleh melalui proses pembelajaran sepanjang kehidupan. Orang yang kuat dan tangguh bukan karena kecerdasan kognitif belaka (IQ) melainkan, orang yang mengarahkan hidupnya dengan melakukan apa yang benar di mata Tuhan.

Sumber kekuatan bukan pada dirinya sendiri, tetapi Tuhanlah yang merupakan sumber kekuatan itu sendiri.

Raja Yotam memaknai waktu hidupnya dengan memaksimalkan seluruh potensinya untuk membangun rumah Tuhan dan sarana serta prasarana demi kesejahteraan dan keamanan rakyatnya.

Karena itu, yang penting bukanlah lamanya usia hidup tetapi bagaimana memaknai hari-hari hidup dengan menyeimbangkan perhatian bagi kegiatan pelayanan di gereja dan kesejah-teraan masyarakat.