Ketahui, ini efek samping vaksin Booster: Moderna, Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Zifivax

3. Vaksin AstraZeneca (Vaxzevria dan Koconecavac)

Vaksin AstraZeneca dapat diberikan sebagai booster homolog dan heterolog.

Penerima vaksin primer dosis lengkap AstraZeneca, diberikan sebanyak satu dosis booster setelah enam bulan.

Untuk vaksin primer Sinovac dan Pfizer, dapat diberikan setengah dosis booster vaksin AstraZeneca.

Sementara itu, efek samping vaksin booster AstraZeneca dapat berupa: Nyeri di lokasi suntikan, kemerahan, gatal, pembengkakan, kelelahan, sakit kepala, meriang, dan mual.

4. Vaksin Moderna

Vaksin Moderna dapat diberikan sebagai booster homolog dan heterolog.

Untuk vaksin heterolog, diberikan kepada penerima vaksin primer AstraZeneca, Pfizer, dan Janssen.

Terkait dengan efek sampingnya, kemungkinan akan muncul gejala KIPI seperti: Lemas, sakit kepala, menggigil, demam, mual.

5. Vaksin Zifivax

Vaksin Zififax dapat diberikan dosis penuh sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Sinovac dan Sinopharm.

Adapun efek samping dari vaksin Zifivax antara lain: Timbul nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, demam, nyeri otot (myalgia), batuk, mual, diare dengan tingkat keparahan grade satu dan dua.

(komc)