PTM atau PJJ, sekolah harus transparan soal kasus Covid-19

  • Bagikan

Jakarta, BERITASULUT.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong keterbukaan setiap sekolah untuk mengumumkan kasus positif secara transparan.

Keterbukaan ini diperlukan agar para orangtua dapat melakukan testing, tracing, dan isolasi (3T) jika anaknya melakukan kontak erat dengan warga sekolah yang terkonfirmasi positif.

“Sehingga, para orangtua mendapatkan gambaran jelas untuk memutuskan anak-anaknya diizinkan PTM atau tidak,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti, Jumat (04/02/2022) dilansir dari republika.id.

Retno juga mengapresiasi kebijakan diskresi kepada daerah PPKM Level 2 untuk menyesuaikan pembelajaran tatap muka (PTM) kapasitas siswa 100 persen menjadi kapasitas siswa 50 persen. Sebab, pemerintah daerah adalah pihak yang lebih paham kondisi daerahnya.

Apalagi, kebijakan penyesuaian itu diikuti dengan diberikannya opsi orang tua membolehkan anaknya mengikuti PTM atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Opsi ini sedikit banyak memberikan kelegaan kepada para orangtua yang khawatir anaknya tertular Covid-19 sehingga tidak izinkan anaknya PTM. Dengan demikian sekolah jadi wajib melayani PJJ,” ujar Retno.

(repi)

Baca Juga:  Walikota GSVL rapat bersama Forkompimda-BKSAUA bahas prokes hari raya keagamaan
  • Bagikan