Mengapa Adrey berpendapat demikian? Mengapa manusia tak bisa lepas dari politik? Karena sebagaimana ketakdir manusia, sejak lahir ia telah menjadi makhluk politik.
Seorang ibu menyusui anak dapat disebut sebagai aktivitas politik. Bahkan di rana cinta, saat seorang lelaki jatuh cinta terhadap seorang perempuan dan menjadikannya istri lalu melahirkan anak dan memeliharanya dengan baik itu dikategorikan sebagai tindakan politik dalam konteks regenerasi.
Itu sebabnya, Bertolt Brecht, seorang pemikir kebudayaan dan penulis drama realis revolusioner kelahiran Augsburg, Jerman, 1898 mengatakan selain dipandang sebagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara, politik dalam pengertian dasarnya merupakan suatu fenomena yang sangat berhubungan dengan kehidupan manusia yang merupakan makhluk sosial.
Tak ada yang riskan dengan latar sarjana teknik yang dikayai teori-teori eksak dan pehitungan bilangan konstan, apabila Adrey Laikun memilih berkarier di jalan politik yang non eksak.
Bapak pendiri bangsa Soekarno, juga demikian. Dan masih banyak politisi kelas dunia yang justru datang bukan dari latar study ilmu politik.
Karena pada dasarnya kehidupan manusia adalah politik. Bahkan pada tingkatan yang lebih tinggi, setiap warga negara membutuhkan dan wajib memiliki kecerdasan politik dan ikut serta berpastisipasi dalam melahirkan keputusan politik.
Sebab, di sebuah daerah bahkan negara, segala sesuatu bergantung pada keputusan politik.
Kita tak mungkin berharap harga pangan untuk rakyat yang terjangkau bila kita berada di luar pengambilan keputusan politik.
Di ruang-ruang politiklah, lapangan kerja, gaji buruh, kebebasan berserikat, hak-hak sipil dan hak-hak politik serta semua yang menyangkut hajat hidup rakyat diputuskan.









