Warga ngotot tolak Bunaken jadi hutan lindung, ini sikap Adrey Laikun dan Stefanus Liow

Wakil Ketua DPRD Kota Manado Adrey Laikun dan Anggota Komite II DPD RI Stefanus BAN Liow siap mengawal aspirasi masyarakat Bunaken yang menolak status Pulau Bunaken jadi hutan lindung, dalam dialog Komite II DPD RI, Kementerian LHK dan Kementerian ATR/BPN bersama warga Bunaken, Rabu (29/06/2022) siang.

Untuk kata dia, masa depan Pulau Bunaken yang baik menurut masyarakat berada di tangan masyarakat itu sendiri untuk memilih kebijakan mana yang diambil.

“Ini pilihan atau solusi-solusi yang ditawarkan negara agar masyarakat tidak dirugikan, supaya masyarakat bisa lebih sejahtera. Yang pasti jika Pulau Bunaken ini sudah tidak lagi wilayah hutan, masyarakat harus bertanggung jawab menjaga kelestarian alamnya,” kata Munawir.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Manado Adrey Laikun bersedia memfasilitasi atau membantu masyarakat untuk memilih kebijakan mana yang akan diambil.

“Saya akan memfasilitasi ini agar bisa mendapatkan kesimpulan dan kesepakatan bersama dari orang-orang pulau di sini,” kata legislator asal Pulau Bunaken ini.

Dan sebagai anggota DPRD yang terpilih berkat suara dari masyarakat Pulau Bunaken, dirinya juga terpanggil untuk memperjuangkan hak dan martabat mereka.

“Nanti kita akan duduk bersama, saya akan coba mediasi supaya masyarakat Bunaken punya sikap dan keputusan yang lahir dari hati dan keinginan masyarakat Bunaken,” tukas Adrey Laikun.

Anggota DPD RI Stefanus BAN Liow berharap masyarakat bisa memilih opsi-opsi yang ditawarkan pemerintah dalam upaya masyarakat memperjuangkan hak-hak.

“Jadi ini masyarakat yang menentukan sendiri opsi mana yang mau diambil, mereka yang menentukan pilihan,” ujar senator perwakilan Provinsi Sulut ini.

“Pada intinya kami sebagai wakil daerah akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sesuai aturan yang berlaku, serta mengawal apa yang dilakukan dan menjadi keputusan masyarakat,” kata Liow yang didampingi Komite II DPD RI masing-masing Lukky Semen, Mamberob Yosephus Rumakiek, dan Wa Ode Rabia.

(donwu)