RELIGI  

MTPJ GMIM 4-10 Juni 2023 : Lestarikan alam dan makhluk ciptaan demi masa depan

“Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kej. 3:4-5).

Perhatikanlah, setelah jatuh ke dalam dosa, manusia diusir dari taman Eden sehingga semakin menjauh dari Tuhan Allah. Akibatnya perbuatan dosa makin menjadi-jadi (Kej.4).

Dengan menjauh dari Tuhan Allah maka kehendak, hasrat dan nafsu manusia mendatangkan kejahatan. (Kej. 6:5).

Semakin menjauh dari Tuhan Allah maka semakin besar dan buruk kejahatan manusia sehingga Tuhan Allah mendatangkan air bah.

Walaupun demikian, di antara manusia yang buruk itu masih ada Nuh yang mendapatkan kasih karunia di mata TUHAN Allah (Kej.6:8).

Air yang menjadi sumber kehidupan, dalam kisah ini, menjadi suatu kekuatan besar yang merusak dan membawa kematian.

Bumi kembali menjadi seperti ungkapan Kejadian 1:2. “Bumi belum berbentuk (wht tohuw) dan kosong (whb bohuw); gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”