Batu Penjuru, Yesus Kristus, nampaknya semakin terkikis oleh pengaruh perkembangan dan kemajuan di berbagai bidang kehidupan oleh pengetahuan dan teknologi.
Dunia digital, internet lebih menarik, menggoda, memukau di mata manusia serta banyak menawarkan kemudahan dan kenikmatan hidup.
Kepercayaan kepada Yesus Kristus, Batu Penjuru yang bangkit dari kematian, kini menjadi taruhan yang harus diperjuangkan dan dipertahankan agar tidak dikalahkan kemajuan zaman.
Karena itu sebagai warga gereja, mari kita terus menggumuli tantangan yang sedang dihadapi.
Tema yang akan menuntun perenungan di minggu ini adalah “Jadilah Batu Penjuru yang Hidup untuk Pembangunan Iman”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Surat 1 Petrus ditulis oleh Petrus Rasul Yesus Kristus (1 Petrus 1:1), seorang dari 12 murid Yesus, pemimpin para rasul perdana asal Galilea.
Ia diberi tanggungjawab khusus sebagai pemegang kunci kerajaan sorga (Mat. 16:19). Dalam penulisan surat ini ia dibantu oleh Silas (Yun. Siluanus) sebagai juru tulisnya. Waktu penulisannya sekitar tahun 60-63 M di Babilon (1 Petrus 5: 13).
Dialamatkan kepada orang-orang Kristen yang tersebar di Provinsi Asia kecil Kekaisaran Romawi, di Turki zaman modern (1 Ptr. 1:1). Ia menyebut mereka sebagai “orang-orang yang dipilih” Allah (1 Ptr. 1:2).
Maksud penulisannya untuk menghibur dan menguatkan iman orang-orang Kristen yang sedang mengalami tekanan dan penganiayaan serta fitnah keji yang dituduhkan kepada mereka oleh pemerintahan kekaisaran Romawi di masa Kaisar Nero berkuasa.
1 Petrus 2:1-10, menceritakan tentang Yesus Kristus sebagai Batu Pejuru. Dalam Bahasa Ibrani Batu Penjuru disebut ro’sypnna.















