Ayat 1: Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tiptt muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Kejahatan merupakan sifat buruk seseorang yang berpusat pada cinta diri sehingga menimbulkan keinginan menyakiti orang lain, menipu, berdusta, berpura-pura, bersandiwara, kepalsuan.
(band. Mat. 22:15-18); iri hati, tidak senang melihat orang lain diberkati, berbicara buruk tentang orang lain.
Ayat 2: Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir. Gambaran tentang seorang bayi yang tidak sabar dan lahap meminum susu ketika sudah tiba waktunya.
Petrus berbicara tentang bekerjanya Firman Allah untuk pembaharuan hidup jemaat. Ia mendorong mereka yang baru dilahirkan kembali itu untuk mengembangkan dahaga yang sehat terhadap Firman.
`Air susu yang murni dan yang rohani’. Susu adalah kiasan menunjuk pada Firman. Murni bahwa Firman Tuhan tidak bercampur dengan ajaran lain.
Istilah `bayi’ dan `susu’ di sini beda artinya dengan 1 Kor. 3:1-3 dan Ibr. 5:11-14. Dalam 1 Kor. 3:1-3, Paulus memarahi orang Kristen di Korintus karena mereka seperti bayi dan belum bisa menerima makanan keras serta hanya bisa menerima susu.
`Supaya olehnya kamu bertumbuh’ adalah umat Tuhan senantiasa rindu pada Firman yang membawa pertumbuhan rohani yang sehat dan beroleh keselamatan.
Ayat 3: Frase Vika kamu benar-benar’ menunjuk pada dosa yang telah ditinggalkan dan kini selalu rindu terhadap Firman Tuhan adalah bukti umat telah mengecap kebaikan Tuhan Allah (penebusan, pengampunan dosa, perdamaian dengan Allah).
`Mengecap’ sama artinya mencicipi kebaikan Tuhan Allah yang tidak hanya dirasakan ada di dunia ini tetapi juga kehidupan yang akan datang.















