Pada umumnya tulisan PL dan PB istilah ini memiliki arti metaforis (persamaan dan perbandingan).
Yesaya 28:16, “Allah meletakkan batu penjuru di Sion” barangkali menunjuk pada batu besar dari Bait Suci yang merupakan simbol kehadiran Tuhan Allah di tengah umat-Nya Israel.
Zakharia 10:4, batu penjuru sebagai kiasan kepada sang “penguasa” yang diterjemahkan “pemuka” sama halnya dalam Hakim-Hakim 20:2 dan 1 Samuel 14:38 -pemuka rakyat”.
Yeremia 15:26 secara harafiah diterjemahkan sebagia batu bangunan umumnya.
Mazmur 118:22 “batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru” merupakan ungkapan kegembiraan, sukacita dan syukur pemazmur mengalami penyelamatan Tuhan Allah baginya secara pribadi dan terhadap negeri dan bangsanya Israel.
Ayat ini memiliki makna profetik yang menunjuk kepada Mesias yaitu Yesus Kristus.
Yesus Kristus memakai istilah batu penjuru untuk diriNya (Mat. 21:42; Mrk. 12:10; Luk. 20:17).
Kisah Para Rasul 4:11 dan 1 Petrus 2:7, Paulus dan Petrus memakai istilah ini menunjuk kepada Yesus Kristus.
Perumpamaan batu penjuru oleh Paulus dalam Efesus 2:19-21 adalah ajakan agar jemaat Kristen di Efesus sungguh mengenal Yesus Kristus dengan baik dan benar.
Demikian juga Petrus dalam 1 Petrus 2:4. Dia adalah “batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan” (Maz. 118:22). Akan tetapi tidak semua orang menerima Yesus Kristus sebagai Batu Penjuru hidupnya.















