Kematian-Nya di kayu salib merupakan simbol bahwa Dia adalah Batu yang mahal. Dan bagi yang tidak percaya kepada Firman Allah, Yesus Kristus telah menjadi batu sentuhan dan sandungan (1 Ptr.2:8).
Umat dipanggil menjadi rumah rohani yang dibangun di atas dasar batu penjuru hidup, Yesus Kristus, agar kuat dan kokoh tetap berdiri teguh.
Sehingga sekalipun badai dan gelombang menghadang dan menerpa kehidupan, kita dimampukan menjaga kemurnian iman dan akan sampai di labuhan yang indah permai bersama-Nya.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Apa pemahaman saudara tentang batu penjuru yang hidup untuk pembangunan iman menurut 1 Petrus 2:1-10?
2. Mengapa kita harus menjadi batu penjuru yang hidup dari keteladanan Yesus Kristus?
3. Bagaimana kita menjadi batu penjuru yang dapat memberi kehidupan serta membangun iman sesama dan seluruh ciptaan Tuhan Allah?
POKOK-POKOK DOA
1. Jemaat dimampukan untuk menjadi batu hidup bagi sesama dan seluruh ciptaan Tuhan Allah.
2. Jemaat terhindar dari perbuatan jahat, tipu muslihat, segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
3. Jemaat terus memberitakan Injil Yesus Kristus sebagai batu penjuru sumber kehidupan dan keselamatan.
4. Jemaat menjadikan Yesus Kristus sebagai teladan dalam hidup beriman.
(ddkg)















