Ayat 9-10: Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, mengingatkan kita tentang ajaran Yesus Kristus yang mengacu pada batu penjuru yang ditolak.
Yesus Kristus mengatakan kepada para pemimpin Yahudi “kerajaan Allah akan diambil daripadamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu” (Mat. 21:43).
Petrus menulis kepada “bangsa” ini, yang kesetiaan dan kelayakan mereka sebagai anak-anak Sang Raja dan mencerminkan penghargaan kepada Dia yang telah memanggil mereka dari gelap kepada terang-Nya.
Petrus mengutip Hosea 1:6, 9; 2:23, sebelumnya mereka itu bukan umat Allah (mungkin karena mereka bukan keturunan Yahudi) tetapi sekarang mereka telah menjadi umatNya.
Makna dan Implikasi Firman
Batu penjuru adalah dasar suatu bangunan (Yes. 28:16) yang mampu menopang beban seluruh bangunan sehigga tetap kuat dan kokoh berdiri.
Yesus Kristus adalah Batu Penjuru hidup merupakan sumber kekuatan yang menopang dan menanggung seluruh beban suatu bangunan rohani orang percaya.
Yesus Kristus menjamin kehidupan orang percaya supaya tidak hancur dan binasa. Oleh kehidupan yang Ia beri, kita dipakai-Nya untuk pembangunan suatu rumah rohani dan mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah (1 Ptr. 2:4-5).
Yesus Kristus sebagai Batu Penjuru hidup menjamin asupan makanan bergizi untuk pertumbuhan rumah rohani, agar kita umat yang percaya mengalami pertumbuhan ke arah kepenuhan Kristus dan keselamatan kekal.
Seperti seorang bayi baru dilahirkan selalu butuh air susu yang murni tak terkontaminasi dengan apapun sehingga pertumbuhannya baik dan buahnya baik, benar dan tetap.
Yesus Kristus mempersatukan dan mengikat semua orang percaya dari segala masa dan tempat. Dia menjaga agar bangunan rumah rohani umat-Nya kuat dan kokoh.















