Persembahan berkaitan dengan ibadah, maka penyerahan hidup kepada Tuhan Allah menjadi hal utama dari semua persembahan.
Sebab persembahan bukan hanya sekedar simbol memberi apa yang dimiliki baik uang atau barang lainnya.
Tetapi hal terbaik dari memberi persembahan untuk Tuhan Allah ialah harus dengan tulus hati (Lat. Sincerus: kudus, murni, asli) tanpa paksaan dan memiliki motivasi tinggi di landasi iman yang kuat.
Memberi persembahan dengan tulus hati masih belum sepenuhnya dihayati warga gereja.
Karena masih ada jemaat yang diberkati oleh Tuhan Allah secara ekonomi namun belum memiliki kerelaan dan ketulusan hati memberi persembahan.
Ada yang memberi tapi dengan motivasi untuk mendapat pujian dan disanjung. Ada juga warga gereja yang suka membawa persembahan berupa uang, barang, dan sesajian di tempat-tempat keramat; di pekuburan, pohon-pohon dan batu-batu besar.
Kebiasaan ini disebabkan karena jemaat masih kurang memahami dengan baik bahwa semua harta kekayaan, jabatan, kedudukan dan kehormatan termasuk tubuhnya adalah milik Tuhan Allah yang seharusnya dipersembahkan untuk hormat dan kemuliaan-Nya.
Menyikapi realitas kehidupan umat Tuhan Allah seperti yang tergambar dalam uraian di atas maka perenungan sepanjang minggu ini dipilih tema “Berilah Persembahan dengan Tulus Hati kepada Tuhan”.
















