RELIGI  

MTPJ GMIM 30 Juli – 5 Agustus 2023 : Berilah Persembahan dengan Tulus Hati kepada Tuhan

Ayat 6-7.

Para kepala puak dan para kepala suku Israel dan kepala para pasukan seribu dan para pemimpin pekerjaan untuk raja tergerak hatinya di mana setiap orang yang terdorong jiwanya menyatakan kerelaan hati membawa persembahan khusus kepada Tuhan Allah untuk pekerjaan pembangunan Bait Suci dan melengkapi segala keperluan ibadah di dalam rumah Tuhan (ayat 6).

Persembahan yang dibawa untuk keperluan ibadah di rumah Allah berupa lima ribu talenta emas dan sepuluh ribu dirham (kepingan logam yang di cetak dari perak yang digunakan sebagai upah perkeja sehari), sepuluh ribu talenta perak dan delapan belas ribu talenta tembaga serta seratus ribu talenta besi (ayat 7).

Ayat 8-9.

Daud sebagai raja Israel mengajak siapa yang punya batu permata hendaknya diserahkan kepada Yehiel (Tuhan itu hidup), orang Gerson putra sulung Lewi yang bertugas memelihara bagian Kemah Suci, untuk perbendaharaan rumah Tuhan (ayat 8).

Raja Daud dan seluruh umat Israel sangat bersukacita karena mereka boleh memberi persembahan dengan tulus hati (benar-benar keluar dari hati yang suci) dan sukarela (atas kehendak sendiri) kepada Tuhan Allah.

Hal inilah yang membuat raja Daud dan bangsa Israel benar-benar sangat bergembira serta bersukacita (ayat 9).

Makna dan Implikasi Firman

1. Daud memiliki keinginan besar untuk membangun Bait Suci tetapi Tuhan Allah tidak menyetujui rencananya untuk mendirikan Bait Suci.

Alasannya, karena Daud telah banyak menumpahkan darah selama ia berperang.

Tuhan Allah berkata kepada Daud bahwa Dia yang akan mendirikan rumah untuk dia dan takhta kerajaannya akan ditetapkan Tuhan Allah selama-lamanya. (band Yer.33:17, 2 Taw 7:17,18).

Jika Tuhan Allah telah memilih, merencanakan dan menetapkan seseorang melaksanakan pekerjaan pembangunan Bait Suci untuk kemuliaan-Nya maka tidak ada satu orang manusia yang dapat menghalanginya. Demikian sebaliknya.