RELIGI  

MTPJ GMIM 27 Agustus – 2 September 2023 : Allah yang Benar, Hidup dan Raja Kekal

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Nabi Yeremia hidup pada waktu bangsa Israel mengalami pergolakan yang hebat. Kerajaan Yehuda yang kecil di tengahtengah persaingan kerajaan besar (Asyur, Babel, Mesir), yang berusaha menancapkan kekuasaan di kawasan itu.

Ia anak Imam Hilkia dari Anatot di tanah Benyamin. Lokasinya 7 km di sebelah utara Yerusalem. Ia dipanggil menjadi Nabi Allah dalam usia yang relatif muda.

Selama 40 tahun Ia bernubuat pada pemerintahan Iima Raja Yehuda: Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakin dan Zedekia (Yeremia 1 ayat 1- 3).

Pekerjaannya sebagai Nabi tidak mudah. Ia harus menyampaikan Firman Tuhan Allah kepada bangsanya sendiri.

Dari segi sosial politik mereka sementara dijajah oleh bangsa yang tidak percaya kepada Tuhan Allah dan dari segi keagamaan mereka mengalami degradasi iman.

Mereka hidup tidak lagi mengandalkan Tuhan Allah. Mereka berpaling dari-Nya dan hanya mengikuti kemauan sendiri bahkan mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa sekitarnya.

Mereka tidak lagi memelihara perjanjian-Nya, tidak menaati dan menempatkan Hukum Tuhan Allah di atas segalanya.

Mereka tidak setia lagi kepada Tuhan Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di tanah Mesir, yang memimpin di padang gurun dan membawa masuk ke tanah Kanaan (Yeremia 2:6-7).