Mereka berbuat dosa dengan beribadah kepada ilah-ilah lain/berhala. Para raja Yehuda (kecuali Yosia) lebih mengandalkan kekuatan militernya dan dan bantuan kekuasaan bangsa-bangsa asing dari pada meminta perlindungan kepada Tuhan Allah.
Dalam situasi demikian Yeremia yang masih muda menyampaikan berita tentang dua hal:
Pertama, bahwa Yehuda akan dikalahkan dan kota Yerusalem akan dihancurkan.
Kedua, karena kasih Tuhan Allah kepada umat-Nya tidak pernah berhenti maka Dia akan mengikat perjanjian yang baru dengan umat-Nya (Yeremia 31: 31-34) kendati malapetaka pasti akan terjadi, namun masa depan akan penuh pengharapan.
Khusus Yeremia pasal 10:1-10, Nabi Yeremia menyampaikan teguran keras kepada bangsa Israel yang telah terjebak pada penyembahan berhala.
Mereka telah terpengaruh atau tertarik dengan penyembahan bangsa-bangsa sekitar mereka. Di samping oleh karena tekanan agama penguasa/ penjajah.
Mereka percaya dan berpikir bahwa tanda-tanda langit (matahari, bulan, bintang) serta gejala alam seperti angin badai, api, air dan lain-lain dapat menentukan hidup manusia.
Ada 3 kali kata JANGANLAH.
1. Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa lain,
2. Janganlah gentar dengan tandatanda di langit (ayat 1) dan
3. Janganlah takut kepadanya/berhala (ayat 5).
Ini adalah perintah yang harus dilakukan oleh bangsa Israel.
















