RELIGI  

MTPJ GMIM 27 Agustus – 2 September 2023 : Allah yang Benar, Hidup dan Raja Kekal

2. Berhati-hatilah karena berhala-berhala modern juga ada di sekitar kita. Sebab setiap benda yang berpotensi mereduksi kualitas relasi hubungan kita dengan Tuhan Allah pantas disebut berhala, seperti: handphone, uang, kekuasaan, jabatan, kesenangan duniawi dan lain-lain.

3. Gereja baik secara Institusi maupun secara pribadi diingatkan, agar selalu menempatkan Tuhan Allah sebagai prioritas dalam kehidupan di segala tempat dan situasi.

4. Gereja harus berani seperti Nabi Yeremia menyampaikan Firman Allah tentang larangan untuk tidak menyembah berhala dalam bentuk apapun karena itu adalah kesia-siaan dan kekejian bagi Tuhan Allah.

Dan dengan berani dan lantang menyuarakan tentang Allah yang benar, yang Hidup dan Raja yang Kekal yang harus disembah. Hanya pada-Nya ada kepastian dan jaminan hidup yang kekal.

Hidup orang yang tidak mengandalkan-Nya mendatangkan kutuk dalam hidupnya. Sebaliknya mendatangkan berkat bagi orang yang menyandarkan hidup dan menaruh pengharapan kepada-Nya (Yeremia 17:5-8).

5. Dalam kepercayaan Kristen, Ailah dikenal dari tindakan-Nya: Allah sebagai Pencipta segala sesuatu, Penyelamat dalam Yesus Kristus dan Pembaharu dalam Roh Kudus. Dan ini dituangkan dalam pengakuan GMIM.

GMIM mengakui bahwa Tuhan Allah adalah Esa: Bapa, Pencipta alam semesta yang menyatakan diri dalam Anak-Nya Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Kepala Gereja dan Tuhan Dunia yang dalam Roh Kudus menuntun, membaharui dan menggenapi segala sesuatu sesuai kesaksian Alkitab: Perjanjian lama dan Perjanjian baru.

Dia, Allah yang berkuasa penuh atas semua ciptaan-Nya yang tak terbatas oleh ruang dan waktu dan karenanya kekal adanya.

Pengakuan ini mengantar umat Kristen untuk bersyukur kepada-Nya, percaya dan bergantung sepenuhnya kepadaNya yang diwujudkan antara lain dalam ibadah yang teratur, mengasihi Tuhan Allah lebih dari segalanya dan berpen tiarapan akan masa depan yang lebih baik.