3. Yesus adalah pribadi yang berkuasa.
Ia mernbuat mujizat yang besar, memulihkan, menyembuhkan secara total kehidupan kita. Yesus adalah abib Yang Agung.
Hendaklah kita percaya bahwa tidak ada pribadi yang berkuasa seperti Dia. Karena itu, hendaklah kita tetap andalkan Tuhan Yesus dalam menghadapi pergumulan dan penderitaan.
4. Yesus adalah alamat pujian dan pengagungan.
Segala kemulian hanya bagi Dia; Yesus, Tuhan kita. Apa yang kita lakukan bukan untuk kepujian kita tetapi untuk kemuliaan Tuhan Yesus.
Kita tidak boleh mencari penghormatan diri, tetapi kerendahan hati untuk mempermuliakan Tuhan.
5. Yesus adalah teladan penyembuhan holistik.
Umat manusia sedang mengalami pergumulan atau `sakit’ karena ketidakadilan sosial; karena menjadi korban dampak negatif kemajuan IPTEK; karena korban politik yang tidak sehat; karena korban keganasan manusia dalam perang antar bangsa; karena kondisi memanasnya atmosfir bumi akibat keserakahan manusia yang tidak menjaga dan melestarikan lingkungan alam; karena rusaknya moral-etik manusia yang melakukan tindakan-tindakan melawan hukum dan memunculkan penyakit-penyakit sosial.
6. Gereja dipanggil dan diutus menjadi duta penyembuhan holistik.
Agar terjadilah keadaan di mana manusia mengalami damai sejahtera dan bersahabat dengan segala ciptaan-Nya.
















