Kondisi ini mengajak gereja ambil bagian dalam misi pemulihan dan penyembuhan untuk menghadirkan suasana damai sejahtera. Karenanya, dalam perenungan di minggu ini diangkat tema: “Orang Percaya, Duta Penyembuhan Holistik”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Sebagai kitab Injil tertua, Markus langsung memberi pernyataan tegas memproklamirkan tentang Injil: “Inilah permulaan Injil tetang Yesus Kristus, Anak Allah” (Mark. 1:1).
Kata Injil (Yunani): euanggelion (Mark. 1:1,14,15; 8:35; 13:10; 14:9) tidak saja menjadi pengertian teologis yang fundament bagi umat memahami tentang Kerajaan Allah yang membawa kemenangan tetapi sekaligus mengandung harapan besar umat Tuhan terhadap kehadiran Yesus Kristus, Anak Allah; pembawa kelepasan bagi mereka.
Ini terkait dengan situasi saat itu; pengikut Kristus sedang mengalami tragedi kehidupan.
Oleh masyarakat sekitar dan apalagi penguasa (Kaisar Nero) melakukan tindakan penindasan yang mengakibatkan penderitaan.
Injil Markus ditulis sekitar tahun 60-70, bertujuan untuk meneguhkan iman jemaat di tengah penderitaan.
Injil Markus memberi gambaran bahwa pembacanya sedang ditindas karena iman kepada Kristus (Mark. 8:34-38; 10:33-35; 13:8-13).
Berita tentang pelayanan Yesus, penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya dimaksudkan agar jemaat memiliki keyakinan tentang Yesus yang memiliki kuasa menjawab harapan mereka.
















