Mordekhai adalah salah seorang pegawai raja yang bertugas di pintu gerbang istana (Est 3:2).
Setelah mengetahui segala yang direncanakan Haman termasuk kuasa raja Ahasyweros yang diberikan kepadanya.
Mordekhai kemudian mengoyakkan pakaiannya lalu menggunakan kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota.
Sambil berjalan menuju pintu gerbang istana raja, Mordekhai sengaja melolong-lolong dengan suara nyaring dan pedih sampai di pintu gerbang istana raja (ayat 1,2).
la berharap ratu Ester yang berada di dalam istana raja akan mengetahui ancaman pembinasaan Haman itu.
Sebab di setiap daerah kemana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar disertai puasa dan ratap tangis (ayat 3).
Harapan Mordekhai terwujud. Dayang-dayang dan sida-sida ratu Ester yang mengetahui tindakan Mordekhai itu, memberitahukan kepada sang ratu apa yang dilakukari Mordekhai.
Ratu Ester menjadi risau hati, dan mengirimkan pakaian supaya dipakaikan kepada Mordekhai agar ditanggalkannya kain kabungnya itu, namun tidak diterima oleh Mordekhai (ayat 4).
















