Kata kita menunjuk pada kedaulatan Yesus Kristus yang mengambil alih dosa manusia.
Yesus Kristus memberi diri dibaptis oleh Yohanes merupakan tanda Ia datang merendahkan diri layaknya orang berdosa sekalipun Ia sendiri tidak berdosa.
Dikandung maksud orang-orang berdosa harus menjalani pembasuhan melalui peristiwa kematian, dikuburkan atau dibenamkan dan dibangkitkan bersama Yesus Kristus untuk menerima kehidupan baru atau lahir baru.
Pemberian diri Yesus Kristus dibaptis untuk menyatakan Ia memenuhi segala syarat hukum Taurat yang mustahil dipenuhi oleh orang berdosa.
Karena itu Yesus Kristus mengambil posisi seperti orang berdosa dan digantikan dengan kebenaran yang Ia miliki supaya manusia ditebus dari dosadosanya. (2 Kor. 5:21).
Karena itu diutus Putera-Nya untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang (Luk. 19:10)
Jemaat yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus,
Pada saat Ia “keluar dari air “Alkitab tidak menjelaskan atau tidak ada ayat rujukan yang mengatakan cara Yesus Kristus dibaptis.
Apakah ditenggelamkan, diselam, dipercik, dituangkan air atau cara seperti apa. Tetapi yang sangat jelas dikatakan oleh Yohanes ia baptis dengan air (Mark.1: 8a).
Artinya cara bukan yang utama. Karena itu tidaklah bijak jika ada pembenaran “cara” oleh gereja tertentu sementara Alkitab tidak menjelaskan cara Yesus Kristus dibaptis.
Karena itu hal terpenting tentang Baptisan bukan cara tetapi dilakukan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.

















