MTPJ GMIM 26 Desember 2023 (Hari Natal II) : Baptisan Tanda dan Meterai Pendamaian

Kepala penjara di Filipi menjadi percaya ketika terjadi gempa bumi di penjara pada waktu “tengah malam” dan pintupintu terbuka.

Ia dan seisi keluarganya percaya dan memberi diri untuk dibaptis pada jam itu juga oleh Paulus dan Silas.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Baptisan bukan di sungai atau diselam (Kis.16:33).

Pada hari Pentakosta tiga ribu orang di Yerusalem menjadi percaya dan hari itu juga memberi diri dibaptis (Kis. 2:38-41). Dapat dipastikan Baptisan bukan dilakukan di sungai atau di kolam.

lIa melihat langit terkoyak atau terbuka merupakan tanda penyertaan Bapa melalui Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Burung Merpati merupakan simbol cinta, kasih, setia dan damai.

Peristiwa ini memberi tanda berupa “pengukuhan” pelayanan Yesus Kristus yang akan mengerjakan misi penyelamatan dengan mengorbankan diri-Nya di kayu salib, mati, dikuburkan, bangkit dan naik ke surga sebagai wujud cinta, kasih, setia untuk pendamaian.

Tanda penyertaan Bapa juga dinyatakan dengan terdengarnya suara dari sorga “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (ayat 11).

Ungkapan ini mempertegas bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang diutus Bapa untuk mendamaikan manusia yang telah berkhianat sehingga jatuh ke dalam dosa.

Dengan demikian manusia memperoleh kembali status ciptaan mulia yang diciptakan menurut gambar Allah (Kej. 1:26).

Jemaat yang dikasihi dan diberkati oleh Yesus Kristus,

Di banyak tempat wilayah pelayanan GMIM ibadah Natal hari ke dua melaksanakan pelayanan Sakramen Baptisan.