MTPJ GMIM 26 Desember 2023 (Hari Natal II) : Baptisan Tanda dan Meterai Pendamaian

Selaku gereja Reformasi GMIM tidak melakukan baptisan ulang karena mengakui baptisan yang dilakukan oleh denominasi gereja apapun entah selam, percik atau curah yang penting dilakukan dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Kiranya Sakramen Baptisan Kudus tidak sekedar seremoni semata, tetapi menjadi peringatan penting untuk terus berintrospeksi diri baik selaku orang tua, orang tua baptisan maupun jemaat yang menyaksikan peristiwa suci ini.

Baptisan merupakan tanda dan meterai pendamaian antara Tuhan Allah dengan kita orang yang percaya kepada Yesus Kristus.

Tugas kita tidak hanya sampai pada pelaksanaan baptisan. Tetapi ditindaklanjuti dengan mengajarkan bagaimana mencintai Yesus Kristus dan sesama melalui contoh dan teladan orang tua, orang tua baptis serta jemaat.

Keteladanan adalah untuk memperlengkapi warga gereja yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan zaman seperti sekularisme atau penduniawian, atheisme atau tidak bertuhan.

Tantangan gereja diera teknologi digital, di satu sisi memberi peluang dan kemudahan untuk memperoleh informasi dan berinovasi untuk mengembangkan segala talenta dan karunia Tuhan.

Tetapi di lain sisi jika tidak memiliki kemampuan menggunakan teknologi akan ketinggalan.

Apa lagi menyalagunakan teknologi akan terjebak pada praktik-praktik kejahatan yang akan memakan banyak korban baik sebagai pelaku maupun korban.

Secara faktual kejahatan dilaporkan oleh media setiap hari terjadi di mana-mana, kesulitan pangan melanda dunia, stuntting atau gagal tumbuh karena kurang gisi, permusuhan dan perang seperti Rusia dan Ukraina, Israel dan Hamas yang mengancam perdamaian dunia.

Ancaman terorisme, radikalisme, intoleransi, perkelahian antar remaja, pelajar, penggunaan obat terlarang makin meningkat.