MTPJ GMIM 25 Februari – 2 Maret 2024 : Menyangkal Diri dan Memikul Salib adalah Kekuatan Bukan Kelemahan

  • Bagikan

Namun Yesus Kristus akan setia bagi orang-orang yang tetap memelihara kesetiaan pada-Nya sebagaimana yang Ia katakan “Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya.”

Jika seseorang malu menunjukkan identitas imannya, takut menunjukkan kepada siapa ia berpihak, maka ia tidak layak mendapatkan tempat terhormat bila Yesus Kristus datang kembali.

Di antara orang-orang yang hadir mendengarkan perkataan Yesus Kristus, dikatakan bahwa mereka dimungkinkan melihat Kerajaan Allah yang penuh kemuliaan. Artinya tidak pernah sia-sia kesetiaan kepada-Nya.

Makna dan Implikasi Firman

1. Yesus Kristus adalah Mesias yang menderita untuk menggenapi nubuatan para nabi.

Kedatangan-Nya adalah untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Suatu tanggung jawab yang tak mudah dijalani.

Ini mengajarkan agar orang kristen tidak menjadikan hidup nyaman itu sebagai tujuan utama. namun justru selalu ada kesediaan dan semangat melakukan kebenaran dan berbuat baik.

Sekalipun untuk itu terkadang ada penderitaan yang harus dihadapi dan dialami (lih. 1 Pet 3:17).

2. Yesus Kristus menetapkan prioritas hidup-Nya melakukan kehendak Bapa-Nya.

Dia melakukannya untuk memberi teladan bagi murid-murid-Nya agar rela berkorban waktu, tenaga dan materi dalam menempuh jalan penuh penderitaan menuju kematian di kayu salib untuk mengalahkan dosa dan kuasa maut.

Tetapi ada kepastian akan dibangkitkan, daripada hidup dalam kenyamanan dunia yang tidak menyelamatkan dan menuju maut kekal.

Baca Juga:  MTPJ GMIM 2-8 September 2018: Dalam pelayanan gereja tidak ada bos dan anak buah
  • Bagikan