Kata “menengok” dalam Bahasa Yunani : teoresai = melihat, menengok. Perempuan-perempuan itu hendak memastikan kalau keadaan di kubur Yesus Kristus tetap sama seperti waktu mereka melihat terakhir kalinya ketika Ia dikuburkan.
Kedatangan para perempuan ke kubur Yesus Kristus hendak melaksanakan salah satu tradisi Yahudi yaitu merempah-rempahi mayat-Nya.
Sementara para perempuan berada di kubur Yesus Kristus, Tuhan Allah menyatakan kehadiran-Nya melalui gempa bumi yang dahsyat dan Malaikat turun dari langit menggulingkan batu besar penutup kubur.
Kehadiran Malaikat hendak menyatakan bahwa Yesus Kristus tidak lari dari kubur dan tidak dicuri orang (27:64, 28:11-15).
Setelah batu besar itu digulingkan, Malaikat itu duduk di atasnya. Hal ini meneguhkan kemenangan Yesus Kristus atas segala hal yang hendak merintangi kebangkitan-Nya, termasuk mengalahkan kuasa maut.
Penampakan Malaikat Tuhan dengan wujud bercahaya bagaikan kilat, berpakaian putih bagaikan salju mengartikan kuasa kebangkitan Yesus Kristus yang besar dan kesucian dari peristiwa kebangkitan itu.
Para penjaga kubur yang dikenal sebagai prajurit yang tidak pernah gentar dan tidak mengenal rasa takut, justru menghadapi peristiwa ini menjadi ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati melihat kemuliaan sorgawi.
Sesungguhnya ketakutan mereka karena melihat peristiwa orang yang mereka jaga hidup kembali dan orang-orang yang mereka tindas kembali bersemangat.
Mereka ketakutan karena mereka gagal menjalankan tugas dan tidak dapat mempertangungjawabkan perintah Pilatus sebagai Wali Negeri dan Imam Besar.
















