Wagub Steven Kandouw mengatakan, sekarang ini dari Manado ada penerbangan langsung ke Tokyo, China dan yang sudah lama ada ke Singapura, yang turut memberi dampak langsung kepada fasilitas untuk melaksanakan ekspor.
“Ini juga menjadi tantangan dari Dekranasda supaya output kita keluar negeri bukan hanya dalam negeri,” tegas Wagub Steven Kandouw.
Di sisi lain, Wagub Steven Kandouw menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Sulut didominasi sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.
Dan terbukti sektor-sektor ini mampu bertahan bahkan di masa pandemi Covid-19 lalu, begitu juga dengan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Karena itu kita didorong untuk berupaya, ikhtiar dan semangat supaya UMKM di bidang kerajinan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk perhatian dan pemantapan dalam menyusun dan melaksanakan program Dekranasda tingkat provinsi dan kabupaten/Klkota.
Dengan Rakerda ini, Rita berharap Dekranasda Kabupaten/Kota lewat program dan kegiatan dapat memberikan terobosan yang kreatif dan inovatif untuk mengangkat serta menghasilkan kerajinan khas daerah yang mampu bersaing.
*Sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin,” ujar isteri Gubernur Olly Dondokambey ini.
Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain pengurus Dekranas Bidang Daya Saing selaku Pembina Industri Ahli Utama Direktorat Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Ir Ni Nyoman Ambareny, Wakil Ketua Dekranasda Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Kadis Perindag Sulut Daniel Mewengkang serta pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota se-Sulut.
(donwu)













