RELIGI  

MTPJ GMIM 7-13 Juli 2024 : Siapakah yang Diselamatkan?

Yesus Kristus membandingkan orang kaya dan unta sebagai gambaran bahwa di punggungnya ada banyak sekali beban duniawi yang susah untuk dilepaskan.

Sehingga ada orang lebih memilih mencintai harta dan rela melepaskan keselamatan.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Rangkaian cerita pada pasal 18 memperkuat pesan mengenai uang dan dua dunia. Ditulis dengan gaya Lukas yang khas, kisah-kisah itu menonjolkan orang-orang yang tertindas.

Yaitu seorang janda yang diperlakukan sewenang-wenang (ayat 1-8), pemungut cukai yang dianggap hina (ayat 9-14), anak-anak kecil (ayat 15-17), seorang pengemis buta (ayat 35-43).

Kemudian tampillah seorang pemimpin kaya. Ini bisa berarti ia adalah pemimpin Sinagoge, Yahudi, orang Farisi, atau anggota mahkamah agama.

Ia bertanya pada Yesus, “Guru yang baik, apa yang harus aku lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal.“

Ia tampaknya memiliki keinginan tulus untuk hidup benar di hadapan Tuhan Allah.

Dia mencari petunjuk Yesus Kristus sebagai Guru yang mengajar (didaskale) mengenai tindakan yang harus dilakukannya untuk mendapatkan hidup kekal.

Orang kaya ini memahami Yesus Kristus sebagai Guru tidak hanya memiliki tugas ilahi, namun juga memiliki kebaikan ilahi.

Yesus merespons, “Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada yang baik kecuali Allah” (ayat 19).

Di sini, Yesus Kristus ingin membuatnya menyadari bahwa hanya Tuhan Allah yang sempurna dan memiliki otoritas ilahi untuk hidup yang kekal. Hanya Tuhan Allah yang dapat memenuhi kebutuhan spiritual manusia.