RELIGI  

MTPJ GMIM 7-13 Juli 2024 : Siapakah yang Diselamatkan?

Mereka bertanya “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” (ayat 26).

Yesus Kristus ingin mengingatkan mereka bahwa keselamatan manusia bukan hasil dari usaha manusia, tetapi adalah anugerah Tuhan Allah semata.

Sulit, bukan berarti tidak bisa. Untuk itu, Yesus menjawab “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” (ayat 27).

Tuhan Allah mampu melakukan apa saja, tetapi kita tidak boleh memaksa kemauan dan kehendak-Nya.

Percayalah bahwa Tuhan Allah sungguh lebih berkuasa dari semua kekayaan, karena kekayaan tidak bisa menjadi parameter garansi bisa masuk kerajaan Allah.

Tuhan Allah menganugerahkan bagi kita keselamatan, anugerah yang tak layak kita terima dan yang takkan pernah mampu kita peroleh sendiri.

Makna dan Implikasi Firman

1. Kisah orang kaya ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu mencintai dan bergantung pada materi, melainkan mengutamakan hubungan kita dengan Tuhan Allah dan melayani sesama.

Kita harus melepaskan segala hal yang mungkin menjadi penghalang bagi hubungan kita dengan Tuhan Allah.

Bukan berarti bahwa semua orang harus menjual semua harta benda mereka.

Tetapi Yesus Kristus ingin mengajarkan bahwa kita harus siap melepaskan apa pun yang mungkin menjadi prioritas utama dalam hidup kita, termasuk harta duniawi, demi mengikuti-Nya dengan sepenuh hati agar kita dapat diselamatkan.