Apakah benar orang kaya tidak dapat masuk kerajaan Allah? Dalam pemahaman orang Yahudi, orang kaya pasti masuk surga.
Kekayaannya membuktikan hidupnya dikenan Tuhan Allah. Sedangkan orang miskin dianggap kena kutuk.
Yesus melanjutkan perkataan-Nya, “Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ayat 25).
Apakah benar seekor unta dapat masuk lobang jarum? Yesus Kristus menggunakan ilustrasi ini untuk menggambarkan sukarnya seorang kaya meninggalkan kekayaannya.
Lebih mudah mengatur unta merendah untuk dilepaskan bebannya agar dapat ditarik masuk melewati lobang jarum (Eye of the Needle), dibandingkan mengatur seorang kaya merendah untuk melepaskan kekayaannya demi mengikuti Yesus Kristus.
Sebagai binatang haram (Imamat 11:4), Yesus Kristus memakai unta untuk menggambarkan keadaan orang-orang miskin, orang berdosa dan orang bukan Yahudi yang memiliki kesempatan diselamatkan (bnd. Matius 21:31).
Mengapa? karena mereka menyadari keadaan diri sebagai manusia yang tidak layak, sedangkan orang kaya menyanjung dirinya karena harta.
Kekayaan material sering kali dapat menjadi penghalang bagi seseorang dalam mencapai hubungan yang benar dengan Tuhan Allah untuk mengalami transformasi spiritual serta sepenuhnya bergantung kepada-Nya.
Yesus Kristus memperingatkan dengan sungguh-sungguh bahaya kekayaan yang dapat menjauhkan orang dari kerajaan Allah dan keselamatan yang ditawarkan-Nya.
Bahkan murid-murid-Nya yang terdekat pun yang mendengar ini terkejut. Mereka mengalami kesulitan mencerna pengajaran-Nya mengenai uang yang dianggap sebagai bahaya yang mematikan.
















