Manado,BERITASULUT.CO.ID– Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Konsolidasi Kelembagaan dengan tema’Sinergitas Bawaslu Bersama Pemangku Kepentingan Dalam Memperkuat Demokrasi di Sulawesi Utara’.
Kegiatan yang menghadirkan sejumlah stakholder terkait baik Akademisi,Forkopimda, Pimpinan Parpol, Bawaslu Kab/Kota, bahkan Media yang ada ini pun dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Senin (1/9/2025).
Kegiatan ini pun dibuka langsung oleh anggota Bawaslu RI, Dr.Herwyn Malonda, MPD.MH.
Ketua Bawaslu Sulut Dr.Ardiles Mewoh, SIP.MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bawaslu secara kelembagaan pasca Pemilukada terus melakukan kerja bagi demokrasi, lewat program-program yang perlu dilaksanakan secara kelembagaan.
“ kami Mengundang pemangku kepentingan yang sudah terwakili, yang sudah menjadi mitra suporting dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada dan syukur semua berjalan dengan baik dan selesai dengan baik. Produk penyelenggaraan pemilu akan terus membangun demokrasi,”ungkap Mewoh.
Mewoh pun menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu RI karena telah memberikan ruang untuk melaksanakan kegiatan penguatan kelembagaan ini bersama para pemangku kepentingan di daerah.
Sementara itu dalam Sambutan, dan membuka kegiatan Bawaslu Sulut , Abggota Bawaslu RI DR.Herwin J.H Malonda, M.PD., M.H. Menyampaikan ada tiga peran strategis Bawaslu yang harus dibangun, dimulai dari sekarang yang bisa berangkat dari pelaksanaan pemilu 2024 termasuk dinamika yang selama ini terjadi kemudian dirancang bagaimana untuk proyeksi kedepannya.
“Ketiga peran strategis tersebut yang Pertama Bawaslu sebagai pencegah aktif, kedua Sebagai Early Warning System, dan ketiga memberikan pendidikan pengawasan partisipatif,”ujar Malonda.
Katanya, Bawaslu sebagi pencegah aktif. Bawaslu ini sesuai ketentuan undang undang Pemilu sebagai pencegah aktif dimana pencegah ini tidak sekedar dilaksanakan ketika tahapan pemilu dilaksanakan.
“Sebagai pencegah aktif yang harus dilakukan bawaslu adalah pengiatan literasi digital, ini yang akan kita lakukan kedepan karena melihat kondisi sekarang yang sudah sangat masif terkait dengan digital apalagi dengan adanya AI (Artificial Intellengence),”terangnya.
Lanjutnya, untuk Early Warning System ini untuk mendeteksi potensi konflik dimana juga menjadi tugas dari kesbangpol.
“Potensi konflik pelanggaran sistematis kerentanan proses pemilu jauh hari meskipun tahapan belum dimulai,”ucapnya.
Dan untuk Pendidikan pengawasan partisipatif, Bwasli akan melakukan pendidikan elektoral berkelanjutan.
“Untuk saat ini karena masih efisiensi kami melakukan pendidikan pengawasan partisipatif kemarin dengan mengundang pemilih pemula dan mufah mudahan akan kita masifkan di 2026,” pungkas Herwyn.
Diketahui, Bawaslu Sulut menghadirkan 4 Pembicara yakin Kesbangpol Sulut, Polda Sulut, Ketua KPU dan dari Kejati.
(IKA)



















