Operasi Lilin Samrat 2025 di Sulut: 3.014 Personel, 93 Pos Terpadu, Siap Tangani Mobilitas Naik 8 Persen

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling didampingi Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, memeriksa barisaan saat apel gelar pasukan.

Manado, BERITASULUT.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama aparat keamanan telah menggelar operasi kepolisian terpusat Lilin Samrat 2025 untuk menjamin keamanan dan ketertiban perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Operasi yang berlangsung selama 14 hari (20 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026) diluncurkan melalui apel gelar pasukan di Lapangan Presisi Polda Sulut pada Jumat (19/12/2025) sore, dengan simbolisasi sinergi lintas sektor yang kuat.

Apel dipimpin Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) dihadiri oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, serta jajaran Forkopimda. Ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga stabilitas menjelang akhir tahun.

Dalam pelaksanaannya, dikerahkan total 3.014 personel dari berbagai unsur. Di antaranya, 1.080 personel Polri (191 dari Polda Sulut dan 889 dari Polres/Polresta jajaran), 367 personel TNI, dan 1.567 personel dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Basarnas, dan Satpol PP.

“Kita tidak bekerja sendirian. Sinergi ini menjadi tulang punggung agar operasi berjalan optimal,” ujar Gubernur YSK.

Untuk mendukung kelancaran operasi, sebanyak 93 titik pos disebarkan secara strategis di seluruh wilayah Sulut. Pos-pos tersebut dibagi menjadi 60 pos pengamanan, 20 pos pelayanan, dan 13 pos terpadu yang dilengkapi dengan personel dan sarana pendukung.

Fokus operasi tidak hanya pada pengamanan ibadah Natal, tetapi juga kelancaran arus mudik dan arus balik, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, bandara, pelabuhan, serta jalur utama transportasi darat, laut, dan udara.

Menurut perkiraan gubernur, mobilitas masyarakat di Sulut akan meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam mencegah potensi kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan.

“Kita antisipasi kemacetan dan cuaca hujan yang sering terjadi menjelang akhir tahun. Masyarakat diminta tidak terburu-buru dalam perjalanan, selalu menjaga kesabaran dan kehati-hatian,” imbau Gubernur YSK.

Dengan sistem pengamanan terpadu dan kekuatan personel yang memadai, pemerintah dan aparat keamanan optimistis perayaan akhir tahun di Sulut dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga.

(DONWU)