Berseru dan berserah kepada Tuhan Allah sambil menantikan dan berharap pada pertolongan-Nya, bukan berarti kita tidak bertindak; sebab justru dalam keadaan seperti inilah iman kita semakin aktif untuk memiliki pengharapan penuh kepada-Nya.
Ketika berharap di dalam iman, kita menantikan waktunya Tuhan Allah, penantian dalam iman kepada-Nya. Tuhan Allah senantiasa dan niscaya memberikan pertolongan pada saat yang tepat.
Dalam penantian tersebut, kita harus tetap berdiri kokoh, kuat, tabah dan sabar sambil waspada supaya tidak terlena dengan berbagai godaan dan tantangan.
Kiranya dalam penghayatan minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus, kita semakin menanamkan kesadaraan tentang keberdosaan dan ketidakberdayaan kehidupan kita.
Tanpa pengampunan Tuhan Allah kita tidak akan terbebas dari dosa, dan tanpa kasih-Nya kita tidak akan sanggup mengatasi pergumulan kehidupan kita.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Berdasarkan Mazmur 130:1-8, kondisi apakah yang membuat pemazmur berseru meminta pengampunan?
2. Mengapa pengampunan diberikan oleh Tuhan Allah?
3. Bagaimana gereja menjabarkan pengampunan itu dalam berbagai bentuk konkrit program pelayanan?
POKOK-POKOK DOA
1. Permohonan pengampunan atas dosa yang telah dilakukan.
2. Memohon kiranya Tuhan Allah memberikan kekuatan untuk tidak melakukan lagi kesalahan yang sama.
(DODOKUGMIM)















