Bahaya fenomena alam La-Nina, ini pesan penting Bupati Franky Wongkar

Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Wongkar memimpin apel kesiapsiagaan dan sosialisasi mobil masker dalam menyambut bulan kesiapan bencana nasional, Jumat (12/11/2021) siang di halaman kantor Bupati, Amurang.

Amurang, BERITASULUT.co.id – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Wongkar memimpin apel kesiapsiagaan dan sosialisasi mobil masker dalam menyambut bulan kesiapan bencana nasional, Jumat (12/11/2021) siang di halaman kantor Bupati, Amurang.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan peringatan dini untuk waspada terhadap datangnya fenomena alam La-Nina yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau curah hujan yang lebih tinggi menjelang akhir tahun ini.

“Berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di samudra pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan bahwa saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La-Nina yaitu sebesar -0.61 pada dasarian I Oktober 2021,” ungkap Dwikorita.

Sementara itu, Bupati Franky Wongkar mengatakan bahwa potensi terjadi di Indonesia diprediksi mulai Oktober 2021 hingga Februari 2022.

“Fenomena alam ini dipengaruhi suhu permukaan laut samudra pasifik bagian tengah yang turun hingga menjadi lebih dingin daripada biasanya, dampaknya adalah bisa menimbulkan beberapa bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor,” ucap Bupati.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan berbagai upaya antara lain identifikasi ancaman potensi bahaya yang mungkin terjadi.