Manado, BERITASULUT.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah mengantisipasi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan AP MSi mengatakan, berdasarkan pemantauan harga dan pasokan pangan di Pasar Bersehati Manado per 26 Mei 2026, secara umum kondisi pangan masih berada dalam keadaan aman dan terkendali.
“Pasokan sejumlah komoditas strategis seperti cabai rawit, tomat, beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, ayam, dan telur masih tersedia dengan harga relatif stabil,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Dikatakannya, Pemprov Sulut juga memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan bawang merah yang mengalami penurunan pasokan dalam beberapa hari terakhir.
“Untuk itu, Pemprov Sulut bergerak cepat melakukan langkah-langkah stabilisasi guna memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” ungkap JR, sapaan akrabnya.
Adapun langkah antisipasi yang dilakukan Pemprov Sulut, antara lain:
1. Memperkuat Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah strategis, khususnya di Kota Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, dan wilayah padat penduduk lainnya.
2. Berkoordinasi dengan distributor dan daerah pemasok bawang merah dari luar Sulawesi Utara, termasuk Brebes, Sumenep, Makassar, dan wilayah sentra produksi lainnya untuk menjamin kelancaran distribusi.
3. Mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulut bersama pemerintah kabupaten/kota dalam pemantauan harga dan pasokan pangan secara harian.
4. Memperkuat pengawasan distribusi dan mencegah terjadinya penimbunan maupun permainan harga oleh oknum tertentu.
5. Menjaga kelancaran jalur distribusi pangan antarwilayah bersama instansi terkait, termasuk pelabuhan, distributor, Bulog, dan aparat keamanan.
Arahan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling SE dan Wagub Dr Victor Mailangkay SH MH langsung ditindaklanjuti oleh Sekprov Tahlis Gallang.
Maka pemerintah terus membangun koordinasi aktif dengan pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah dapat dilakukan secara serentak dan tepat sasaran menjelang Idul Adha.
JR juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), karena pemerintah memastikan stok pangan pokok secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Pemprov Sulut berkomitmen menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan seluruh masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Adha dengan aman, nyaman, dan penuh sukacita,” tandas JR.
(DONWU)



















