MTPJ HAPSA P/KB GMIM 2021: Motivasi bahwa Roh Kudus tetap berkarya

  • Bagikan

Di lain pihak hal ini juga didukung oleh ritual penyembahan berhala yang juga menganjurkan perilaku tidak senonoh dilakukan sebagai bentuk penyembahan kepada dewa-dewi mereka. Seolah para dewa (khususnya dewi Artemis) akan merasa puas apabila para pengikutnya hidup bergelimang dengan berbagai kemesuman dan kedurjanaan.

Rasul Paulus, sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Karena orang-orang Kristen di Efesus masih belum kokoh imannya. Setiap hari dalam berbagai aktifitas mereka harus berjumpa dengan orang-orang dengan tabiat yang menyimpang tersebut. Meskipun mereka telah menjadi pengikut Yesus, mereka harus didorong dan digumuli dalam doa terusmenerus oleh rasul Paulus supaya mereka tahan uji dan kokoh imannya.

Dalam suratnya Paulus mengingatkan umat percaya di Efesus jangan lagi tergoda dengan bujuk rayu dosa serta kembali dalam praktek hidup lama yang jahat. Dalam bagian nas yang kita baca (Pasal.1:13,14), jelas sekali yang Paulus katakan, bahwa Tuhan telah memilih supaya mereka dapat berjumpa dengan-Nya melalui mendengarkan firmanNya (Injil – kabar baik).

Yesus Kristus yang telah menebus dan menyelamatkan dunia ini dengan kurban darah-Nya ingin menebus mereka. Dari mendengarkan firman Tuhan, pada akhirnya timbul iman yang menyebabkan mereka percaya. Karena itu, hati mereka digerakkan oleh Tuhan supaya berkobar-kobar dalam iman. 1 Korintus 12:3. Karena, “…tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus”.

Itu tanda kehadiran Roh-Nya dalam diri setiap orang percaya. Kemudian, seperti sebuah meterai, Roh Kudus dianugerahkan kepada orang percaya sebagai tanda kepemilikan Allah. Dengan mencurahkan Roh Kudus, Allah memeteraikan mereka sebagai kepunyaan-Nya.

Baca Juga:  Dukung pelaksanaan SMSI ke-80 GMIM, James Sumendap: Telah saya buktikan hari ini
  • Bagikan