Modus bisnis partai politik

Kepentingan Pemilik Modal

Pepatah lama menyebut no free lunch atau jika di-Indonesia-kan lazim disebut politik dagang sapi, tawar menawar untuk kepentingan yang saling memuaskan.

Lantas apa kepentingan pemilik modal dalam bisnis politik ini?

Untuk kepentingan relasi dengan kekuasaan. Relasi ini akan memudahkan pemilik modal untuk mempengaruhi keputusan penguasa dengan kebijakan yang sesuai dengan kepentingan usahanya.

Pengaruh itu bisa saja kemudahan perijinan, mempengaruhi pasal-pasal yang mengatur tentang usaha baik dalam UU, PP maupun perda, penguasaan pengelolaan sumber daya alam di daerah serta memonopoli lelang tender (collusive tender).

Meski dilelang terbuka tapi ada pemilik modal yang memonopoli semua lelang bermodus penggunaan nama perusahaan yang berbeda tapi satu pemilik.

Kebijakan parpol pengusung kepala daerah harus dari pengurus pusat bukan oleh pengurus daerah bisa jadi ada relevansi dengan kepentingan ini.