RELIGI  

MTPJ GMIM 11-17 September 2022 : Wariskanlah perintah Tuhan kepada anak, cucu, cicit

Pada bagian awal, Musa mengingatkan tentang ketetapan dan peraturan yang harus dipegang serta dilakukan secara utuh dan benar oleh bangsa Israel supaya mereka hidup dan layak memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan itu (ayat 1-2).

Sebab sejarah telah membuktikan bahwa Allah pernah membinasakan orang Israel yang menyembah Baal-Peor yakni dewa kesuburan orang Moab ketika mereka berkemah di dataran Moab. (Lih. Bil. 25)

Mata mereka sendiri telah menyaksikan bagaimana perbuatan Tuhan yang telah memunahkan semua orang yang berpaling dari pada-Nya dan mengikuti Baal-Peor.

Sementara yang tetap berpaut kepadaNya masih menikmati hidup untuk memasuki tanah perjanjian (ayat 3-4).

Hal ini mengingatkan bangsa itu bahwa jika mereka taat dan menyembah Allah, maka mereka akan menikmati hidup; tetapi jika mereka berubah setia dan meninggalkan Allah, maka mereka akan binasa.

Sebagai bangsa pilihan Allah, umat Israel diingatkan untuk melakukan segenap perintah Allah dengan setia ketika mereka sudah berada dan diam di negeri yang dijanjikan itu.

Supaya mereka menjadi bangsa yang bijaksana dan berakal budi di mata bangsa-bangsa lain (ayat 5-6).

Di sinilah letak tujuan utama Allah memilih orang Israel dan memberikan tanah Kanaan yaitu supaya mereka menjadi panutan dan berkat keselamatan bagi bangsa-bangsa lain.

Dengan berlaku setia pada hukum Allah, maka orang Israel akan menarik perhatian bangsa-bangsa lain untuk datang menyembah kepada Tuhan Allah yang hidup.