Sehingga mereka menjadi penunjuk jalan hikmat yang membawa keselamatan bagi bangsa-bangsa lain. Pemberian hukum Allah dan ketaatan melakukannya merupakan suatu pertanda adanya hubungan istimewa antara Allah dengan umat-Nya.
Musa menegaskan bahwa tidak ada allah lain seperti Allah bangsa Israel yang begitu dekat dengan umat-Nya (ayat 7).
Dan tidak ada bangsa besar yang seperti bangsa Israel yang mempunyai ketetapan dan peraturan yang adil (ayat 8).
Bagian ini menyadarkan umat Israel bahwa mereka patut berbangga sebagai bangsa yang besar atas pilihan Allah dengan petunjuk-petunjuk yang mengatur seluruh hidup mereka untuk menikmati berkat dan kebahagiaan yang kekal.
Tetapi juga di balik kebanggan itu mereka memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjadi bangsa yang bijaksana, berakal budi, beradab dan bermoralitas dalam kesetiaan menaati segala ketetatapan yang diberikan Allah.
Eksistensi dan status umat Israel sebagai bangsa pilihan Allah semata-mata hanya karena anugerah Allah.
Oleh sebab itu, Musa memperingatkan mereka agar waspada dan berhatihati supaya jangan melupakan semua perbuatan Allah yang disaksikan oleh mata mereka sendiri dan Kesepuluh FirmanNya yang diberikan dalam kedahsyatan.
Sehingga mereka berkewajiban memberitahukan dan mengajarkannya kepada anak-anak, cucu cicit mereka agar tetap diingat dan dikenang seumur hidup (ayat 9-14).
Selain itu, Musa juga memperingatkan mereka harus berhati-hati karena kepercayaan kepada Allah yang tak kelihatan bisa berpotensi menimbulkan keraguan dan kelakuan busuk dengan membuat patung berhala yang kelihatan yang menyerupai apapun di muka bumi untuk disembah dan beribadah kepadanya.
















