Kepercayaan yang kokoh kepada Tuhan Allah akan melahirkan kesetiaan kepada-Nya dan keteguhan hati untuk mengikuti jalan-jalan-Nya.
Dengan iman, maka orang benar akan dapat bertahan melalui masa-masa yang sulit bahkan boleh bersukacita di dalamnya.
Walaupun kita tidak dapat mengerti apa yang Tuhan Allah kerjakan, tetapi kita dapat percaya (beriman) bahwa Ia akan menyelesaikan sesuatu dengan cara-Nya.
Hal itulah yang digambarkan dalam ayat 6-20 mengenai kekuasaan jahat di dunia dan kemusnahan orang yang tidak lurus hatinya melakukan ketidakdilan, kekerasan, perampasan hak orang lain, tindak pidana, sewenang-wenang, kebejatan dan penyembahan berhala.
Tuhan Allah menyatakan bahwa akan tiba saatnya orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya dibinasakan dan hanyalah orang benar yang tidak akan tergoncang karena mereka berhubungan dengan Tuhan Allah oleh iman mereka.
Akhir dari orang fasik disampaikan dalam kutukan-kutukan atau hukuman dalam ayat 6-20, bahwa:
– Tuhan Allah membenci ketidakadilan dari mereka yang merampas milik orang lain (ayat 6-8),
– mereka yang merasa aman dalam kejahatan (ayat 9-11),
– mereka yang tidak mempunyai hati dengan melakukan kekerasan, tindak pidana (ayat 12-14),
– mereka yang bejat dengan mempermalukan orang lain (ayat 15-17), dan
– mereka yang melakukan penyembahan berhala (ayat 18-20).
















