Dalam Habakuk 2:1-20 Tuhan Allah menjawab pertanyaan Habakuk mengenai kekuasaan jahat di bumi dan kemusnahan orang fasik. Kebenaranlah yang akan bertahan.
Sekalipun Tuhan Allah menghukum Yehuda dengan perantaraan Babel, pada akhirnya Tuhan Allah juga akan menghukum bangsa itu.
Catatan pada loh batu memperlihatkan bahwa kesetiaan iman kepada Tuhan Allah haruslah diingat terus sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Kebenaran yang hendak diungkapkan-Nya harus ditulis dengan jelas (diukirkan pada loh-loh) (ayat 2), sehingga semua orang dapat membacanya dengan mudah, bahwa orang benar akan hidup oleh percayanya.
Orang benar akan dipelihara karena kesetiaannya (imannya) kepada Tuhan Allah.
Makna dan Implikasi Firman
1. Seperti yang dilakukan Habakuk, maka ketika kita bingung dan menderita maka seharusnya berdoa kepada Tuhan Allah, Bapa kita. Tuhan Allah mendengar dan menjawab doa kita.
Nabi Habakuk melakukan dua hal, yaitu mempelajari dan menunggu apa yang Tuhan Allah katakan kepadanya.
Dalam kerinduan dan harapan pada suatu hal, mintalah pada Tuhan Allah, bawalah permohonan kepada-Nya, karena Dia mendengar dan menjawab doa kita.
















