Manusia dan semua makhluk hidup lainnya bersumber dari Allah. Allah yang menciptakannya dan menghendaki seluruhnya berada dalam saling keterikatan, topang-menopang, dan saling membutuhkan.
Olehnya harus ada kesadaran iman manusia untuk menjaga ciptaan Tuhan ini dan bersyukur atasnya seperti ungkapan pemazmur yang membuka dan menutup mazmur ini dengan seruan hati: “Pujilah Tuhan, hai jiwaku!” (ayat 1 dan 35).
Makna dan Implikasi Firman
Allah bagi pemazmur adalah Allah yang tidak pernah lalai dalam menjaga dan merawat apa yang diciptakan-Nya. Pemeliharaan Allah adalah bentuk kasih-Nya bagi dunia.
Yohanes Calvin dalam buku Institutio mengungkapkan: “setelah belajar bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu, hendaklah disimpulkan segera bahwa Dia pun mengurus dan merawatnya untuk seterusnya.
Dia tidak hanya menggerakkan dengan suatu gerak umum baik bangunan dunia maupun masing-masing bagiannya.
Tetapi Dia juga merawat, mengasuh dan mengurusi dengan pemeliharaan yang istimewa apa saja dari hal-hal yang telah diciptakan-Nya, sampai burung pipit yang paling kecil pun”.
Melalui dunia yang diciptakan-Nya, Allah memberikan hidup bagi semua ciptaan. Ini sungguh menakjubkan, bahwa sejak dari awal, Allah telah merancangkan sesuatu yang baik bagi manusia dalam alam semesta ini.
Allah mempercayakan alam kepada manusia untuk dikelola supaya dipergunakan memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan kebutuhan lainnya.
















