Namun oleh keserakahan manusia hal ini disalahgunakan sebagai bentuk eksploitasi berlebihan terhadap alam.
Akhirnya sesuatu yang Tuhan atur secara baik dan hidup berdampingan secara harmonis menjadi rusak. Alam akhirnya sudah tidak ramah kepada manusia.
Hubungan yang tadinya saling memberi manfaat demi kehidupan, sekarang berubah saling membinasakan.
Hanya untuk mendapatkan untung ekonomis kita memperoleh rugi ekologis yaitu kerusakan lingkungan, ekosistem, tumbuhan, pencemaran air dan udara.
Tak bisa dipungkiri bahwa krisis ekologi yang terjadi saat ini adalah hasil dari pandangan orang yang arogan terhadap alam.
Sikap gereja adalah meneladani karakter Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara. Gereja pun harus melihat alam sebagai sesama ciptaan dalam mewujudkan syalom Allah.
Alam memberikan manfaat bagi manusia; memberikan makanan, oksigen, mengurangi polusi udara, untuk kestabilan iklim, obatobatan herbal, mengatur siklus air dan mencegah bencana.
Merusak alam itu sama dengan merusak karya Tuhan. Dan sikap demikian merupakan sikap meremehkan dan tidak menghormati Sang Pencipta.
















