Namun tidaklah demikian dengan Yesus Kristus, karena mengorbankan diri-Nya atas kehendak Bapa-Nya.
Makna dan Implikasi Firman
1. Gereja di tengah kemajemukan agama, sosial, budaya dan berbagai karakter manusia, hams berani menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran.
Meneladani Yesus Kristus, dengan menolak prilaku durhaka yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa dan persekutuan umat Tuhan.
2. Yesus Kristus tidak memilih bagian yang dirasa aman dan nyaman menuju Golgota, tetapi semua jalan penderitaan dilewati-Nya sebagai bentuk ketaatan dan kesetiaan kepada Bapa-Nya untuk keselamatan manusia dan dunia.
Orang percaya harus siap menjalani penderitaan itu sebagai panggilan untuk solider dengan pengorbanan Yesus Kristus.
Seperti yang pernah dikatakan Yesus Kristus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Pasal 8:34).
3. Yesus Kristus disalibkan di tengah dua orang penyamun membuktikan bahwa Ia benar-benar terhitung di antara orang-orang durhaka.
Dengan demikian, Yesus Kristus meneladankan bahwa gereja pun terpanggil untuk melayani tidak hanya terbatas pada orang-orang benar tapi juga untuk mereka yang terpinggirkan secara sosial budaya, politik dan ekonomi.
Karena semua manusia sangat berharga di mata Tuhan. Inilah kemuliaan dari pengorbanan Yesus Kristus yang suci sebagai bukti kasih-Nya yang sempurna.
















