Jokowi terbitkan Perppu Pilkada Desember 2020, bagaimana kalau Covid-19 belum berakhir?

  • Bagikan

JAKARTA, BERITASULUT.co.id – Presiden Jokowl Widodo (Jokowi) resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 mengenai Penundaan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 karena adanya wabah coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Perppu 2/2020 iitu terbit untuk menggantikan UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pilkada. Dalam UU, ditetapkan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah akan digelar September.

Namun, karena pandemi corona, maka DPR dan pemerintah sepakat menunda tahapan Pilkada yang tersisa hingga 9 Desember 2020, sebagai tanggal pemungutan suaranya.

Kesepakatan itu akhirnya dituangkan dalam Perppu yang diteken Senin (04/05/2020). Pasal 201A ayat (1) menjelaskan, pemungutan suara serentak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20l ayat (6) ditunda karena terjadi bencana nonalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 ayat (1).

Pasal (2) menyebutkan, pemungutan suara serentak yang ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (l) dilaksanakan pada bulan Desember 2020.

Lantas bagaimana jika pandemi corona ini belum berakhir? Opsinya tunda lagi hari pemungutan suaranya. Hal itu diatur dalam ayat (3).

Dalam penjelasan ayat (3) tersebut, menegaskan penundaan Pilkada 2020 tersebut, dapat diperpanjang mengikuti status kedaruratan bencana nonalam yang dimaksud.

Pemungutan suara serentak pada bulan Desember 2020 ditunda dan dijadwalkan kembali apabila tidak dilaksanakan karena bencana nasional pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum berakhir.

Perppu itu selanjutnya akan diajukan ke DPR untuk menjadi UU tentang Pilkada. Berikut isi Perppu tersebut.(KUMPC)

Baca Juga:  Fokus urus sampah, AARS deklarasi di TPA Sumompo
  • Bagikan