
MANADO, BERITASULUT.co.id – Jimmy Rimba Rogi atau Imba masih jadi perbincangan masyarakat, khususnya di internal Partai Golkar, seiring pilihannya kepada bakal Calon Kepala Daerah yang diusung PDIP, baik di tingkat Provinsi Sulawesi Utara maupun di Kota Manado.
Pengamat politik dan pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka menilai, Imba adalah salah satu politisi fenomenal karena memiliki popularitas yang relatif stabil walaupun sudah lama tidak memegang jabatan formal.
“Imba mendapat popularitas tinggi karena kesuksesan membawa Partai Golkar (PG) masuk masa emas sehingga disegani partai politik (parpol) lain. Imba juga dianggap berhasil menarik simpati publik pada masa menjabat Walikota Manado. Sosok Imba seakan melekat kuat dengan PG Sulut,” ujar Direktur Tumbelaka Akademi Center (TAC) tersebut.
Menurut Taufik, di pentas Pilkada Serentak tahun 2020 ini, keputusan Imba untuk mendukung kandidat dari parpol lain, dalam hal ini kandidat dari PDIP adalah langkah mengejutkan dan tak terduga.
“Namun nampaknya masih akan dilihat seberapa signifikan kehadiran Imba tanpa Golkar masih harus diuji. Hal ini dikarenakan begitu kuatnya figur Imba dengan Golkar. Seperti dua sisi mata uang koin, sisi satu adalah Golkar dan sisi lainnya adalah Imba,” kata Taufik.
Untuk itu, Ketua Ikatan Alumni UGM Kota Manado ini, karena kuatnya figur Imba dengan Golkar, maka ia menilai bahwa mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulut itu tidak mudah menjelma menjadi ‘vote getter’ paslon PDIP di Pilkada kali ini.
“Tidak mudah Imba menjelma menjadi ‘vote getter’ atau penarik suara apalagi pilihan politik Imba mendukung PDIP yang notabene adalah seteru Golkar plus Imba di masa lalu,” tandas Taufik.
Diketahui, peluang Imba maju sebagai bakal Calon Walikota Manado tahun 2020 ini kandas setelah Partai Gerindra yang awalnya memasangkan Imba dengan Pricilia Waworuntu, lebih memilih bergabung dengan PDIP, partai dan calon yang kini didukung Imba.(DONWU)











